Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Buat Guru

PENTIGRAF GURU ASLI "Ibuk, ternyata di sekolahku hanya ada tiga guru yang asli,"cerita Udin pada ibunya sepulang sekolah."Guru asli? "Bu Ida mengernyitkan dahi mendengarnya."Iya Ibu. Cuma Bu Wati, Pak Taji, dan Pak Wanto. "Gitu ya? "jawab ibunya seolah tak mengerti. "Mereka itu selalu masuk kelas. Tidak pernah izin. Ketika menjelaskan, semua diam. Semua mengerti dan merasa jelas. Ketika menyuruh mengerjakan soal selalu menerangkan dan memberi nilai."Udin masih bercerita dengan semangat."Saya suka Bu Wati karena selalu tersenyum. Kalau Pak Taji selalu memberi hadiah ketika ada siswa yang bisa menjawab pertanyaan. Beda lagi dengan Pak Wanto. Beliau selalu bercerita tentang pahlawan Indonesia. Pokoknya Buk, guru asli itu asik dan menyenangkan," Wajah Udin sangat ceria saat muji guru-gurunya itu. "Oh... " Bu Ida mengangguk-angguk masih menyimak. " Terus, gimana dengan guru yang tidak asli, Nak?"Itu yang banyak Buk. Mereka itu kalau ngajar HP-an melulu.Kalau menjelaskan sulit dipahami. Kalau menyuruh mengerjakan PR tidak pernah dikoreksi. Membosankan, Buk,"ekspresi Udin mendadak murung."Andai semua guru Itu asli pasti enak ya Buk? "Udin minta pendapat ibunya. Bu Ida hanya mengangguk saja mengikuti perasaan Udin. "Kalau Ibuk ini gimana Udin? " Bu Ida menunjuk dirinya sambil senyum-senyum. "Kan Ibuk juga guru? "Guru Asli ataukah guru palsu?"tanya Bu Ida. Udin meletakkan jari telunjuknya di dahinya. Sebuah ekspresi sedang berpikir"Hemmm... Ibuku ini jelas guru asli dong. "jawabnya. sambil menunjukkan dua jempol tangannya.Ibuk itu sabar, mudah menjelaskan PR dan di sukai murid.Buktinya, kalau tepat hari ulang tahun. Banyak murid yang ke rumah memberi ucapan selamat ulang tahun. Ada yang datang tepat. Ada yang terlambat. Padahal mereka sudah Tidak bersekolah di tempat Ibu mengajar. " Udin menjawab sambil memeluk ibunya. Bu Ida tertawa mendengar jawaban polos anaknya itu. Cerita buah hatinya sangat mencambuk dirinya untuk tetap menjadi guru asli. Sebutan khas dari anak yang sudah bisa memberi apresiasi tentang fakta seorang guru.

Posting Komentar untuk "Renungan Buat Guru "