Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyalakan Api Literasi dari Madrasah: Kisah Gerakan Literasi di MTsN 5 Jombang

 



Menyalakan Api Literasi dari Madrasah: Kisah Gerakan Literasi di MTsN 5 Jombang

Literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis. Di era sekarang, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, mengolahnya, hingga menyampaikannya kembali dalam berbagai bentuk. Hal ini sejalan dengan pandangan UNESCO yang memaknai literasi sebagai keterampilan kompleks yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingkat literasi peserta didik masih perlu ditingkatkan. Minat baca yang rendah sangat menghalangi proses belajar.  Kondisi inilah yang juga ditemukan di MTsN 5 Jombang, tempat penulis mengabdikan diri sebagai pendidik.

Hasil penelitian sederhana yang dilakukan menunjukkan bahwa rendahnya minat baca siswa salah satunya disebabkan oleh terbatasnya koleksi buku di perpustakaan. Temuan ini tidak dibiarkan begitu saja. Melalui koordinasi dengan berbagai pihak di madrasah, lahirlah sebuah solusi sederhana tetapi berdampak besar yaitu program wakaf buku.  Program ini pun terlaksana . Hasilnya, koleksi buku bertambah, dan perlahan minat baca siswa mulai tumbuh. Penulis masih terus berinovasi untuk penambahan koleksi. 

Upaya penguatan literasi tidak berhenti pada penyediaan buku. Madrasah kemudian mengembangkan program buku laporan literasi. Setiap siswa diwajibkan mencatat hasil kegiatan literasi mereka, salah satunya melalui laporan upacara hari Senin. Dalam laporan tersebut, siswa menuliskan poin-poin penting, terutama amanat pembina upacara. Kegiatan ini sederhana, tetapi efektif melatih kemampuan menyimak dan menulis. Buku tersebut juga diparaf oleh guru dan wali kelas, sehingga ada kontrol sekaligus apresiasi terhadap usaha siswa. Apresiasinya berupa banner motivasi yang dipajang di kelas bagi kelas yang lengkap laporananya.

Program unggulan berikutnya adalah MELIMPAH GEMILANG (Membaca Lima Belas Menit Pagi Hari untuk Generasi Muda Inovatif, Literat, Andal, dan Gemar Belajar).Setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, siswa meluangkan waktu 15 menit untuk membaca buku yang telah mereka pinjam dari perpustakaan. Kegiatan dilakukan setelah salat Duha, sebelum pembelajaran dimulai.Meski hanya 15 menit, dampaknya luar biasa. Kebiasaan membaca mulai terbentuk. Siswa menjadi lebih akrab dengan buku, dan membaca tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan.

Langkah berikutnya adalah mengembangkan literasi menulis. Kesempatan datang ketika madrasah dilibatkan dalam program literasi bersama tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.Sebanyak 100 siswa berhasil menulis dan menerbitkan dua buku antologi bertema lingkungan dan kepedulian sosial. Tidak berhenti di situ, kegiatan berlanjut dengan pelatihan menulis puisi yang menghasilkan karya bersama antara siswa dan guru.

Program terbaru bahkan lebih menantang: seluruh siswa kelas IX diwajibkan menulis cerpen yang kemudian dibukukan dalam antologi per kelas. Total delapan buku berhasil diterbitkan dari program ini.Dampak dari program ini tidak hanya terlihat pada meningkatnya kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, siswa merasakan kebanggaan saat karya mereka diterbitkan menjadi buku.Banyak siswa yang awalnya ragu, kini berani menyebut diri mereka sebagai penulis. Testimoni mereka menunjukkan bahwa pengalaman tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berkarya.

Pengalaman di MTsN 5 Jombang menunjukkan bahwa literasi tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Ia perlu dirancang, dibiasakan, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Kunci keberhasilannya terletak pada kekuatan hati, keteguhan merubah diri, motivasi berproduksi. Ketika seluruh warga madrasah bergerak bersama, budaya literasi bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi tentang membangun generasi yang berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.

Madrasah berkelas adalah madrasah dengan literasi berkualitas.
Salam literasi.




Posting Komentar untuk "Menyalakan Api Literasi dari Madrasah: Kisah Gerakan Literasi di MTsN 5 Jombang"