Catatan Harian Seorang Guru (1)
Jumat...9 Des 2017..pkl 12.00
*Masih Ada Iman di Hati Mereka*
Saat sampai di teras rumah, pintu terkunci.Terpaksa aku duduk menunggu suami dan anak yg sedang melaksanakan sholat Jumat di Masjid yang berada di sebelah barat rumah.
Sementars aku duduk di kursi teras rumah kulihat para lelaki berduyun- duyun pergi ke masjid.
Setelah agak berkurang tepat di halaman rumahku, tampak remaja laki-laki berpakaian seragam dan seorang lagi berbusana muslim menarik mataku untuk melihat aktivitas mereka.
Kulirik...asap rokok keluar dari mulut dan hidung seseorang yg justru berbusana muslim
Miris hatiku...Karena seingatku wajah itu sempat kukenal.
Hingga adzan berkumandang mereka tak beranjak dari sepeda motor yg mereka duduki. Kutunggu lagi. Hingga terdengar sayup khutbah jumat mulai. Barulah mereka berjalan pelan menuju masjid.
Alhamdulillah...gumamku.
Tidak berapa lama datang lagi segerombolan remaja yg jg berbusana muslim juga. Masih dengan gaya yang sama...merokok dan terlihat begitu menikmati...
Kuamati satu per satu wajah-wajah mereka dari kejauhan. Oh...rupanya murid- muridku.
Spontan kutegur salah satu nama anak,"Hai Fulan!!"...semua menoleh padaku.Sosok Fulan tersipu malu sambil menunduk segera menuju masjid.Yang lain kulihat mengikutinya walau terlihat sangat berat.
Aku tersenyum lega...Mereka masih mendengarkanku.
Terima kasih Allah. Sungguh kulakukan ini karena aku masih sayang mereka.
"Selamat Menjalankan Sholat Jumat, Nak...,"Hatiku bicara sambil menarik nafas lega.
Posting Komentar untuk "Catatan Harian Seorang Guru (1)"