Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NADZAR (CHSG3)

Catatan Harian Seorang Guru(3) Nadzar "Bu Ida!" ada siswa kls 9 yang mencari," Bu Ira memanggilku."Iya....,"jawabku singkat.Aku segera keluar menemui siswa yang mencariku."Bu Ida,maaf. saya Hanif, Bu'" Anak itu memperkenalkan dirinya.Aku mendengarkan dengan seksama. "Iya, ayo sini,duduk," Aku mengajaknya menepi menuju tempat duduk panjang yang berada di tepi dinding guru. " Begini,Bu.Saya ini kan anak nakal.Sering melakukan pelanggaran.Sering mengecewakan orang tua dan guru.Sering tidak masuk.Pokoknya saya ini nakal,"Hanif berhenti bercerita sambil menunduk. "Terus...? "Aku bertanya dengan keheranan. " Saya tidak menyangka kalo saya lulus, Bu,"Hanif menjawab sambil menunduk." Saya sangat berterima kasih kpd semua guru.Terutama kpd Ibu karena saya merasa bahwa Ibu adalah guru yang paling perhatian dengan saya. Saya masih ingat saat Ibu selalu mengingatkan saya untuk merapikan rambut dengan tiada bosan.Saya jg masih ingat dg kata- kata Ibu agar saya mau minta maaf kpd semua guru atas perilaku saya.Saya tidak tahu mengapa Ibu begitu perhatian dengan saya padahal Ibu tidak mengajar di kelas saya ,"Hanif menjelaskan." "Hanif, kamu ingin tahu jawaban Ibu?" Aku bertanya sambil tersenyum.Hanif hanya mengangguk."Ketahuilah, Nak.Ibu melakukannya karena Ibu tahu karena kamu sebenarnya anak baik.Saat itu Ibu punya keyakinan bahwa kamu pasti bisa berubah," Aku menyampaikan dengan tersenyum.Kulihat Hanif diam sambil mengangguk."Terima kasih Bu, atas kepercayaan yang Ibu berikan." Karena saya terngiang-ngiang dengan nasihat Ibu, saat usai ujian saya bernadzar bahwa kalo saya lulus saya akan mencuci sepeda motor Ibu." Hanif tersenyum." Sekarang, saya pinjam kontak sepeda motor Ibu.Saya akan mencucinya.Saya mohon Ibu berkenan menerima niat baik ini supaya saya tidak merasa berdosa,"Hanif berusaha meyakinkan saya. "Baiklah, demi anak baik sepertimu, Ibu percaya.Motor Ibu warna putih plat AZ, ini," Aku pun memberikan kontak motorku padanya." Terima kasih Bu," kulihat auranya begitu berseri-seri sambil berjalan cepat meninggalkanku. Tidak berapa lama Hanif kembali dan mengembalikan kontak sepeda." Bu, ini.Makasih dan mohon doanya ya untuk saya," Hanif menyalamiku." Tentu. Hanif." Tetap jadi anak baik.ya,"Aku menepuk bahunya dan ia pun pergi. Aku menatapnya hingga ia hilang dari pandangan mataku. Aku kembali tersenyum sambil bergumam" Ada-ada saja anak- anakku ini."

Posting Komentar untuk "NADZAR (CHSG3)"