Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DALAM KERINDUAN

 Karya Anida




Suara panggilan-Mu makin  mendekat

Dua tahun lampau masih sangat melekat

    Tatapan mata tak rela terpejam walau sesaat

    Hingga derai meleleh air mata memekat

    Menyaksikan kebahagiaan tamu-Mu 

    Rasa iri kembali menyusuri naluri

    Mendera hingga masuk ke ulu hati

            Wahai tamu Allah

            Bersyukurlah kau telah dipanggil-Nya

            Ia telah memantaskanmu hadir di rumah-Nya

            Anugerah yang tak biasa diberikan pada hamba-Nya

            Selamat jalan wahai insan pilihan

            Kau telah datang kepada-Nya 

            Memenuhi seruan--Nya

Untaian kata bermakna untukmu semua

Lindungilah mereka

Jagalah mereka

Lancarkanlah mereka

Ya rohman Ya rohiim

            Dalam dekap-Mu kami meminta

            Pantaskan kami  untuk hadir 

            Ke rumah- Mu untuk bertemu

            Ke Raudhoh untuk lepas rindu

            Dengan baginda Rosulullah

Labbaikallohumma labbaik

labbaikalaa syariikalak

Innalhamda wanni'mata laka wal mulk

Laa syariikalak

Aamiin 

            

            


    



21 komentar untuk "DALAM KERINDUAN"

  1. Nama : Shofa Zidna Ilmia
    Parafrase puisi bait ke 2
    Kesedihan muncul hingga mata memejam sesaat dan disusul oleh deraian air mata. Kesedihan itu muncul karena melihat kebahagiaan orang lain yang menjadi tamu Allah SWT. Terdapat rasa iri yang timbul di ulu hati.

    BalasHapus
  2. Parafrase puisi bait ke 4 :
    Kami memohon dengan penuh kepasrahan agar Allah memantaskan diri kami untuk memenuhi panggilan-Nya ke Baitullah dan mengizinkan kami melepas rindu kepada Rasulullah SAW di Raudhoh.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

  4. Nama: Syayyidatina Nurus Syafa'ah
    Pesan puisi
    puisi ini berpesan tentang ketulusan doa dan harapan agar dipantaskan Tuhan untuk memenuhi panggilan ibadah ke Tanah Suci. Perasaan rindu yang mendalam seorang hamba untuk mengunjungi Baitullah dan berziarah ke makam Rasulullah.

    BalasHapus
  5. Nama : Alfi Ahmad Baihaqi
    Absen : 05
    Kelas : 8 F
    GAYA BAHASA PUISI
    gaya yang di gunakan ada 2 yaitu metafora dan personifikasi.
    -mertafora = kerinduan terhadap Allah dan tanah suci di gambar kan dengan kata kiasan seperti "suara panggilan-Mu makin mendekat ".maksud kata panggilan ini bukan suara asli, melainkan panggilan ibadah haji atau umroh.

    -personifikasi = kata "panggilan" seolah olah hidup yang membuat suasana puisi menjadi lebih emosional

    BalasHapus
  6. NAMA: NAURAH NADIN SYIFA'AH

    isi Puisi tersebut adalah ungkapan haru, doa, dan kerinduan seorang Muslim yang menyaksikan orang lain berangkat haji/umrah. Ada rasa iri, tapi ditutup dengan syukur dan doa agar dirinya juga segera dipanggil ke Tanah Suci.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Parafrase bait ke-1
    Kejadian dua tahun lalu masih sangat teringat jelas. Dulu, rasa sayang dan rindu begitu dalam sampai tak rela memejamkan mata, lalu akhirnya menetes air mata karena terharu melihat orang itu dipanggil dan dihormati sebagai tamu Allah.

    BalasHapus
  11. Nama : Fariska Sa'adatul Sepdiannisa

    parafrase puisi bait ke 2 :
    Sungguh, tatapan mata tak rela untuk terpejam meski hanya sesaat, hingga air mata pun meleleh melihat kebahagiaan di wajah setiap tamu Allah dan kerinduan itu muncul hingga tembus ke ulu hati.

    BalasHapus
  12. Pesan puisi ini adalah tentang kesabaran dalam kerinduan dan ketulusan dalam berdoa. Jika kita merindukan sesuatu yang baik, teruslah meminta dengan rendah hati sambil memperbaiki diri, karena setiap panggilan akan datang pada waktu yang tepat.

    BalasHapus
  13. Pesan dari puisi tersebut adalah tentang kerinduan dan harapan seorang hamba untuk menjadi tamu Allah di tanah suci. Puisi ini juga mengajarkan agar kita ikut bahagia atas kebahagiaan orang lain yang mendapat kesempatan berhaji, tidak iri hati, serta selalu berdoa agar suatu saat bisa memenuhi panggilan Allah juga

    BalasHapus
  14. paragraf : 1
    Panggilan dari-Mu kini terasa semakin dekat, padahal baru dua tahun yang lalu, kenangan bersamamu masih sangat terasa dan erat melekat di ingatan dan hati.

    BalasHapus
  15. paragraf : 2
    Pandangan matanya enggan untuk terpejam sedikit pun, hingga air mata terus mengalir dan menetes deras karena rasa sedih yang begitu mendalam

    BalasHapus
  16. karya Anida menceritakan tentang gejolak batin seseorang yang sangat merindukan kesempatan untuk beribadah ke Tanah Suci (Mekkah), sembari melepas keberangkatan orang lain yang menjadi "tamu Allah."

    BalasHapus
  17. isi puisi tersebut berisi doa minta supaya perjalanan mereka lancar, diterima di sisi Allah, dan diizinkan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Raudhah untuk melepaskan rindu.

    BalasHapus
  18. Aisy silmi kaffa 8f

    pesan puisi: adalah kesyukuran seseorang karna bisa di undang menjadi tamu Allah di rumah - Nya yang di impikan banyak umat muslim di muka bumi dan akan menjadilan menjadikan hal itu sebagai ke irian yang diimpikan banyak umat muslim

    BalasHapus
  19. Parafrase bait ke-3:
    mengungkapkan harapan dan doa agar diberi kesempatan datang ke rumah Allah dan bertemu Rasulullah SAW untuk melepas rasa rindu yang mendalam

    BalasHapus
  20. "sungguh indah dan bermakna.setiap
    Barisnya terasa mengalir dan
    Menyampaikan pesan yang sangat
    Mendalam tentang kehadiran andai
    Panggilan Tuhan."

    BalasHapus