PENA LEBIH PERKASA DARIPADA SENJATA
PENA LEBIH PERKASA DARIPADA SENJATA
Wisuda anak pertama seharusnya menjadi pusat perhatian penulis pagi itu. Namun, ada satu hal lain yang diam-diam membuat langkah penulis berdebar penuh antusias: buku. Bagi penulis, slogan “Tiada Hari Tanpa Membaca” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan telah melekat dalam keseharian.
Sabtu pagi, 9 Mei 2026, penulis menghadiri wisuda anak pertama di Universitas Brawijaya. Suasana kampus tampak meriah dan penuh kebahagiaan. Tawa keluarga, kilatan kamera, dan ucapan selamat bersahutan di berbagai sudut kampus. Namun, di tengah suasana hangat itu, mata penulis justru tertumbuk pada deretan buku yang dipajang di trotoar kampus.
Tanpa pikir panjang, penulis pun meminta izin kepada suami dan anak-anak untuk sejenak memisahkan diri dari obrolan keluarga. Sementara mereka masih duduk bercengkerama, langkah penulis melaju cepat menuju lapak buku sederhana itu. Hati penulis langsung dipenuhi kegembiraan. Berbagai judul menarik seakan memanggil untuk disentuh dan dibaca.
Satu demi satu buku diperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu. Hingga akhirnya, mata penulis tertuju pada tiga judul yang begitu menggoda hati: Ajaran Bahagia dari Jawa, Buku Saku Guru Bahasa Indonesia, dan Mendekolonialisasi Mitos Kartini.
Rasa tak sabar segera memenuhi dada. Ketiga buku itu pun langsung dibeli tanpa ragu. Namun, petualangan literasi penulis tidak berhenti di situ. Di sela suasana wisuda, penulis segera membuka buku Mendekolonialisasi Mitos Kartini. Sosok Kartini memang telah lama menjadi idola penulis.
Menariknya, hanya dalam waktu sekitar tiga puluh menit, buku itu berhasil dituntaskan. Setiap halaman menghadirkan pesan yang perlahan mengalir dan mengetuk sanubari. Salah satu adagium dalam buku itu terasa begitu membakar semangat penulis: “Pena lebih perkasa daripada senjata.”
Kalimat sederhana itu menghadirkan kesadaran mendalam. Surat-surat Kartini yang ditulis dalam bahasa Belanda ternyata menjadi bukti nyata bahwa perjuangan melalui tulisan mampu memberi pengaruh besar bagi perkembangan peradaban bangsa. Kartini tidak mengangkat senjata, tetapi pikirannya hidup dan terus bergerak lewat tulisan.
Dari situlah penulis semakin meyakini bahwa membaca dan menulis bukan sekadar hobi, melainkan jalan untuk membuka cakrawala dan mengikuti perkembangan dunia. Membaca menghadirkan pengetahuan, sedangkan menulis menjadi cara menyebarkan gagasan dan kebaikan kepada sesama.
Usai menuntaskan satu buku, penulis pun kembali bergabung dengan keluarga. Ada rasa lega sekaligus bahagia yang sulit dijelaskan. Di tengah momen wisuda yang penuh haru, penulis juga berhasil membawa pulang hadiah lain yang tak kalah berharga: semangat literasi yang kembali menyala. SALAM LITERASI.

Salam literasi. Salut... Bacalah sampai tidak bisa membaca
BalasHapusNama: Aldo faisal arif
HapusNo:03
Kelas:VIII-H
1.isi artikel
Isi artikel ini adalah tentang seorang penulis yang selalu menyempatkan waktunya untuk membaca buku
2.Tema artikel
Tema artikel ini adalah pentingnya untuk ingat membaca
3.Hal yang menarik adalah beliau berhasil menuntaskan buku yang berjudul mendekolonialisasi mitos kartini dalam eaktu 30mnt
4.Pesan yang didapat: menyadarkan kita pentingnya dalam membaca buku dan selalu ingat untuk mencari ilmu karena ilmu tidak datang dengan sendirinya
Nama : Aninda Nur Rahma Hidayatul Ilmi
BalasHapusNo.Absen : 05
Kelas: 8H
1. Isi artikel
Artikel ini menceritakan tentang pentingnya membaca dan menulis karena tulisan bisa memberi pengaruh besar bagi banyak orang.
2. Tema artikel
Tema artikel ini adalah semangat literasi dan kekuatan tulisan.
3. Hal yang paling menarik dari artikel
Menurut saya, yang paling menarik adalah kutipan “pena lebih perkasa daripada senjata” karena tulisan bisa mengubah pemikiran banyak orang.
4. Pesan yang didapat dari artikel
Pesan yang saya dapat adalah kita harus rajin membaca dan menulis karena ilmu dan tulisan bisa membawa perubahan yang baik.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Muhammad William Adam Farizky
BalasHapusNo. Absen : 22
Kelas : 8 -H
1. Isi Artikel : Senjata hanya menumbangkan. Tulisan bisa membangun pikiran banyak ooran
2. Tema artikel : Kecintaan pada literasi yang sudah mendarah daging hingga mengalahkan momen penting sekalipun.
3. hal yang menarik: salah satu buku yang beliau beli yang berjudul mendekolonialisasi mitos kartini itu tuntas di baca oleh beliau hanya dengan waktu 30 menit
4. Pesan Yang didapat: Pesan yang saya dapat adalah kita harus menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari dan selalu meluangkan waktu untuk belajar di situasi apapun.
Nama: Muhammad Ega Satya Alvaro
BalasHapusNo.Absen:21
Kelas:8H
1. Isi artikel
~Artikel ini berisi tentang cerita penulis saat ia menyempatkan diri untuk melihat-lihat serta membaca buku disela kesibukannya sebagai seorang ibu
2. Tema artikel
~Artikel ini bertemakan "Literasi sebagai kunci kebahagiaan"
3. Hal yang paling menarik dari artikel
~Menurut saya adalah ketika penulis dapat menyelesaikan membaca satu buku dalam 30 menit
4.Pesan yang didapat dari artikel
~Bahwa menulis adalah suatu perjuangan yang dapat membawa hal baik bagi orang lain
Sekian dari saya, Terimakasih.
Nama: Luthfi Sakhi Afifulah
BalasHapusNo. Absen: 19
Kelas: 8-H
1. Isi artikel
Artikel ini menceritakan tentang seseorang yang sangat menyukai membaca dan menulis. Di tengah acara wisuda anaknya, ia tetap menyempatkan diri membeli dan membaca buku hingga selesai. Artikel ini juga menunjukkan bahwa tulisan dapat membawa perubahan besar bagi bangsa.
2. Tema artikel
Tema artikel ini adalah semangat literasi dan pentingnya membaca serta menulis dalam kehidupan.
3. Hal yang paling menarik dari artikel
Hal yang paling menarik adalah ketika seseorang tersebut langsung membaca buku di sela-sela acara wisuda dan mampu menyelesaikannya dalam waktu singkat karena rasa cintanya terhadap literasi.
4. Pesan yang didapat dari artikel
Pesan yang saya dapatkan adalah membaca dan menulis dapat menambah wawasan serta menjadi cara untuk menyebarkan ilmu dan kebaikan kepada orang lain.
Nama : Nur Azzahra Fizi Rahmadani
BalasHapusNo absen : 26
Kelas : 8h
1. Isi artikel
Artikel ini menceritakan pengalaman penulis saat menghadiri wisuda anaknya di Universitas Brawijaya. Di tengah suasana wisuda, penulis tertarik pada lapak buku dan membeli beberapa buku. Setelah membaca buku tentang Kartini, penulis semakin menyadari bahwa tulisan memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan dan menyebarkan ilmu.
2. Tema artikel
Tema artikel ini adalah semangat literasi dan kekuatan tulisan dalam memengaruhi kehidupan manusia.
3. Hal yang menarik dari artikel
Hal yang paling menarik adalah kutipan “pena lebih perkasa daripada senjata” yang menunjukkan bahwa tulisan dapat memberi pengaruh besar dan bertahan lama dibandingkan kekuatan fisik.
4. Pesan yang didapat dari artikel
Pesan yang dapat diambil adalah kita harus rajin membaca dan menulis karena melalui literasi kita dapat menambah wawasan, menyebarkan kebaikan, dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Sekian dari saya, Terimakasih
Nama: Nabila Assiffa
BalasHapusKelas: 8H
No. absen: 24
Isi artikel tersebut:
menceritakan tentang pengalaman penulis saat menghadiri wisuda anak pertamanya di Universitas Brawijaya. Di tengah suasana wisuda yang meriah, penulis justru tertarik pada lapak buku yang ada di trotoar kampus karena penulis sangat menyukai kegiatan membaca.
Tema artikel:
pentingnya literasi membaca dan menulis dalam kehidupan,
Hal yang paling menarik dalam artikel:
Hal yang paling menarik adalah ketika penulis lebih tertarik mendatangi lapak buku di tengah suasana wisuda anaknya. Selain itu, bagian paling menginspirasi adalah saat penulis membaca buku Mendekolonialisasi Mitos Kartini dan menemukan kalimat: “Pena lebih perkasa daripada senjata.” Kalimat itu menunjukkan bahwa tulisan dapat memberikan pengaruh besar bagi masyarakat dan peradaban.
Pesan yang dapat diambil dari artikel adalah:
Membaca dan menulis merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menambah wawasan dan menyebarkan ilmu.
Nama: Alif awaludin
BalasHapusKelas: VIII - G
Komentar Artikel "Pena Lebih Perkasa daripada Senjata"
Pilihan: Pesan yang saya dapatkan dari artikel
Setelah membaca artikel "Pena Lebih Perkasa daripada Senjata" dengan cermat, saya mendapat banyak pelajaran berharga tentang kekuatan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini menceritakan pengalaman pribadi penulis yang menghadiri wisuda anak pertamanya di Universitas Brawijaya pada Sabtu, 9 Mei 2026. Di tengah suasana kampus yang meriah, penuh tawa keluarga dan kilatan kamera, perhatian penulis justru tertuju pada deretan buku yang dijajakan di trotoar kampus.
Hal yang membuat saya kagum adalah semangat penulis yang begitu tinggi terhadap buku. Tanpa pikir panjang, beliau memisahkan diri dari obrolan keluarga hanya untuk mendatangi lapak buku sederhana itu. Tiga judul buku berhasil dibeli: Ajaran Bahagia dari Jawa, Buku Saku Guru Bahasa Indonesia, dan Mendekolonialisasi Mitos Kartini. Yang paling menginspirasi adalah ketika penulis langsung membaca buku tentang Kartini di sela acara wisuda dan menuntaskannya hanya dalam waktu 30 menit.
Dari artikel ini, pesan utama yang saya tangkap adalah bahwa membaca dan menulis memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan melebihi senjata.
nama: ayunih ayatul husna
BalasHapuskelas: 8h
no absen: 08
1. Isi artikel:
Artikel ini menceritakan tentang pengalaman penulis saat menghadiri wisuda anak pertamanya di Universitas Brawijaya. Di tengah suasana wisuda, penulis tertarik pada lapak buku dan membeli beberapa buku. Salah satu buku yang dibaca adalah Mendekolonialisasi Mitos Kartini. Dari buku tersebut, penulis mendapatkan inspirasi dari kalimat “Pena lebih perkasa daripada senjata” dan semakin yakin bahwa membaca dan menulis sangat penting untuk menambah wawasan serta menyebarkan kebaikan.
2. Tema artikel:
Tema artikel ini adalah semangat literasi dan pentingnya membaca serta menulis dalam kehidupan.
3. Hal yang paling menarik dari artikel:
Hal yang paling menarik adalah semangat penulis dalam mencintai buku. Walaupun sedang menghadiri acara penting keluarga, penulis tetap meluangkan waktu untuk membeli dan membaca buku hingga selesai dalam waktu singkat.
4. Pesan yang didapatkan dari artikel:
Pesan yang dapat diambil adalah bahwa membaca dan menulis memiliki kekuatan besar untuk mengubah pola pikir dan memberikan pengaruh positif bagi banyak orang. Kita juga diajak untuk terus menumbuhkan semangat literasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kelas:8g
BalasHapusIsi Artikel :
Artikel ini menceritakan pengalaman seorang penulis saat menghadiri wisuda anaknya di Universitas Brawijaya. Di sela acara, ia terpikat oleh lapak buku di trotoar dan membeli tiga buku, salah satunya tentang Kartini. Penulis berhasil menuntaskan buku tersebut dalam waktu singkat dan merenungkan kembali adagium "Pena lebih perkasa daripada senjata."
Tema :
Kekuatan literasi dalam kehidupan sehari-hari
Hal yang Paling Menarik :
Bagian paling menarik adalah antusiasme penulis yang tetap membara terhadap buku bahkan di tengah momen keluarga yang penting. Selain itu, poin mengenai bagaimana surat-surat Kartini yang ditulis dalam bahasa Belanda bisa menjadi senjata yang lebih kuat daripada fisik untuk mengubah nasib bangsa sangatlah inspiratif.
Pesan yang Di dapat :
Bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan senjata fisik. Lewat tulisan dan pikiran yang tajam, kita bisa menyebarkan gagasan dan memberikan pengaruh besar bagi dunia. Membaca membuka cakrawala, sementara menulis adalah cara kita meninggalkan jejak kebaikan.
1. Isi artikel:
BalasHapusArtikel ini menceritakan pengalaman penulis saat menghadiri wisuda anaknya di Universitas Brawijaya, namun justru menemukan kebahagiaan lain dengan membeli dan membaca buku, serta mengambil pelajaran dari sosok Raden Ajeng Kartini.
2. Tema artikel:
Tema artikel ini adalah pentingnya literasi (membaca dan menulis) dalam kehidupan sehari-hari.
3. Hal yang paling menarik dari artikel:
Hal yang paling menarik adalah ketika penulis bisa menuntaskan satu buku hanya dalam waktu sekitar 30 menit di tengah acara wisuda.
4. Pesan dari artikel:
Pesan yang didapat adalah bahwa membaca dan menulis memiliki kekuatan besar untuk menambah ilmu dan menyebarkan kebaikan kepada orang lain.
Pesan yang dapat saya ambil dari artikel di atas adalah:
BalasHapus1.Membaca dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tidak mengenal tempat dan waktu.
2. Kebahagiaan banyak bentuknya, salah satunya adalah mendapatkan pesan dan ilmu dari buku yang telah dibaca.
3. Membaca tidak hanya menambah pengetahuan, namun juga menumbuhkan sikap baik dalam diri seseorang.
4. Gunakan waktu dengan baik, salah satunya untuk membaca.
Nama:M.Misbah
BalasHapusKelas:8(G)
1. Isi Artikel
Penulis menghadiri wisuda anak di Universitas Brawijaya, lalu tertarik pada lapak buku kampus. Ia membeli 3 buku, membaca Mendekolonialisasi Mitos Kartini, dan terkesan dengan kalimat "Pena lebih perkasa daripada senjata". Penulis menyadari tulisan Kartini adalah bukti kekuatan pemikiran lewat tulisan, dan meyakini membaca-menulis adalah jalan memperluas wawasan serta menyebarkan kebaikan.
2. Tema
Kekuatan tulisan dan pentingnya budaya literasi.
3. Hal Paling Menarik
Penulis tetap memprioritaskan buku di momen wisuda, serta makna bahwa tulisan/pemikiran lebih kuat dan abadi dibanding senjata.
4. Pesan yang di dapat dari artikel
Membaca & menulis bukan sekadar hobi, tapi sarana ilmu dan penyebaran kebaikan.
Pesan yang saya dapatkan :
BalasHapus1. Membaca adalah sesuatu yang memberikan energi dan kebahagiaan tersendiri bagi pembaca, bahkan di acara penting sekalipun
2. "Pena lebih perkasa daripada senjata" kalimat ini menunjukkan bahwa ide ataupun tulisan memiliki pengaruh yang besar daripada kekerasan
3. Artikel ini juga membuktikan bahwa jika topik yang dibaca sesuai dengan minat maka proses belajar menjadi lebih cepat dan efektif
4. Belajar tidak harus disekolah, di perpustakaan, dan di rumah tetapi juga bisa dimana saja
5. Proses belajar tidak hanya berhenti setelah lulus tetapi itu adalah perjalanan seumur hidup
1. Isi Artikel
BalasHapusSaat wisuda anak di Universitas Brawijaya, penulis menyempatkan diri berbelanja buku di pinggir kampus. Ia membeli 3 judul, lalu membaca Mendekolonialisasi Mitos Kartini. Dari buku itu, ia paham bahwa perjuangan Kartini lewat tulisan jauh lebih berdampak daripada kekuatan fisik, dan makin yakin bahwa membaca-menulis adalah cara terbaik menebar ilmu dan gagasan baik.
2. Tema
Nilai penting literasi dan kekuatan tulisan sebagai sarana perjuangan.
3. Hal Paling Menarik
Penulis bisa menemukan makna mendalam tentang perjuangan, bukan dari acara wisuda, melainkan dari buku yang dibacanya di sela-sela acara tersebut.
4. Pesan
Literasi adalah cara kita ikut membangun kebaikan dan kemajuan.
Nama : Nur rohmah fajriyawati
BalasHapusKelas : 8G
1. Isi ArtikelArtikel ini menceritakan pengalaman seorang penulis saat menghadiri wisuda anaknya di Universitas Brawijaya. Di tengah kemeriahan acara, perhatian penulis justru teralihkan oleh deretan buku di trotoar kampus. Penulis kemudian membeli tiga buku, salah satunya berjudul Mendekolonisasi Mitos Kartini. Penulis langsung membaca habis buku tersebut dalam waktu 30 menit dan merenungkan kembali perjuangan Kartini yang dilakukan melalui tulisan, bukan senjata.2. Tema ArtikelTema utama artikel ini adalah Semangat Literasi dan Kekuatan Tulisan.3. Hal yang Paling MenarikHal yang paling menarik adalah perubahan fokus penulis. Alih-alih larut sepenuhnya dalam seremoni wisuda yang meriah, penulis justru sangat antusias dan "berdebar-debar" hanya karena melihat lapak buku sederhana di pinggir jalan. Selain itu, poin menarik lainnya adalah kutipan "Pena lebih perkasa daripada senjata", yang menekankan bahwa gagasan yang dituangkan dalam tulisan memiliki dampak yang lebih abadi dan mendalam bagi peradaban dibandingkan kekerasan fisik.4. Pesan yang DidapatMembaca sebagai Kebutuhan: Membaca dan menulis sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai hobi, tetapi sebagai jalan untuk membuka cakrawala dan mengikuti perkembangan dunia.
Nama : Adinda Nur Cahyani
BalasHapusNo.Absen : 02
Kelas : 8H
1. Isi artikel
Menceritakan pengalaman penulis saat menghadiri wisuda sambil menemukan kembali semangat literasi melalu membaca buku tentang Kartini.
2. Tema artikel
Tema ini adalah pentingnya membaca dan menulis sebagai jalan memperluas wawasan
3. Hal yang paling menarik dari artikel
Kutipan "Pena lebih perkasa daripada senjata" yang menunjukkan bahwa tulisan dapat membawa perubahan besar.
4. Pesan yang didapatkan dari artikel
Membaca dan menulis bukan hanya hobi, tetapi juga cara untuk menambah ilmu dan memberi pengaruh positif bagi orang lain
💫✨
BalasHapus---
Nama: Syinta Dewi Ramadhani
Kelas:VIII-G
No ab:26
MasyaAllah, tulisan yang hangat dan penuh makna 🙌
Isi artikel:
Menceritakan momen penulis saat menghadiri wisuda anak pertamanya di UB, tapi justru buku-buku di lapak trotoar yang mencuri perhatian. Penulis membeli 3 buku dan langsung menamatkan _Mendekolonialisasi Mitos Kartini_ dalam 30 menit. Dari situ muncul refleksi tentang kekuatan tulisan Kartini.
Tema artikel:
Literasi sebagai gaya hidup.
Hal yang paling menarik dari artikel:
Kontrasnya luar biasa! Momen wisuda yang megah & emosional, tapi penulis malah "kabur" sebentar demi buku. Terus bisa tamat baca buku tebal dalam 30 menit di tengah hiruk-pikuk wisuda. Bukti nyata "Tiada Hari Tanpa Membaca" bukan sekadar slogan.
Pesan yang saya dapatkan:
1. Perjuangan gak harus selalu angkat senjata. Menulis & membaca juga bisa mengubah peradaban, kayak Kartini.
2. Literasi itu hadiah buat diri sendiri. Di tengah momen bahagia sekalipun, buku bisa jadi kebahagiaan lain yang tak kalah berharga.
SALAM LITERASI juga bu! Tulisan ibu bikin saya jadi pengen literasi teruss 📚✨
Nama M Naufal dzaki ferdiansyah
BalasHapusKelas 8E
Isi artikel perhatian penulis penuh antusias pada slogan " Tiada Hari Tanpa Membaca "
Bukan sekedar rangkaian kata
Tema artikel petualangan literasi menyebarkan gagasan dan kebaikan kepada sesama
Dan mengikuti perkembangan Dunia
Hal yg menarik adalah waktu sekitar tiga puluh menit berhasil dituntaskan dan setiap halaman menghadirkan pesan yg perlahan mengalir dan mengetuk sanubari
Terimakasih
Pesan yg saya dapat ialah membaca dan menulis akan membawa ilmu yg bermanfaat untuk semua orang
Nama: Azzara cinta Artania nurita
BalasHapusHal yang menarik dari artikel adalah: bahasa yang di gunakan memudahkan pembaca untuk memahami isi artikel tersebut. Sesuai dengan kenyataan
Nama: Laras Dewi Andini
BalasHapusKelas: VIII-H
Nomor: 18
• Isi artikel: Artikel menceritakan pengalaman penulis yang sangat mencintai membaca dan menulis hingga menemukan semangat literasi dari buku tentang Kartini.
• Tema artikel: Pentingnya literasi, membaca, dan menulis dalam kehidupan.
• Hal yang paling menarik dari artikel: Kalimat “Pena lebih perkasa daripada senjata” karena menunjukkan bahwa tulisan dapat membawa perubahan besar.
• Pesan yang didapatkan: Membaca menambah wawasan dan menulis dapat menjadi cara menyebarkan ilmu serta kebaikan kepada orang lain.
Sekian dari saya, terimakasih.
nama :kaila putri eka sari
BalasHapusno absen :13
kelas :8G
~isi artikel
Artikel ini menceritakan pengalaman personal penulis saat menghadiri wisuda anaknya di Universitas Brawijaya pada 9 Mei 2026. Alih-alih hanya fokus pada acara, penulis menemukan lapak buku di trotoar dan membeli tiga buku. Salah satu buku, "Mendekolonialisasi Mitos Kartini", berhasil diselesaikan dalam 30 menit.
~tema artikel
cinta literasi
~hal menarik yang saya dapatkan
Bagian yang paling menarik adalah kontras suasana yang dibangun penulis.
~pesan yang saya dapatkan
Literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga keterampilan memahami.
nama:Athayafi Syahrussafaro
BalasHapuskelas:VIIIG
nomor:5
1. Isi artikel
Artikel menceritakan pengalaman penulis saat menghadiri wisuda anak pertamanya di Universitas Brawijaya pada Sabtu, 9 Mei 2026. Meski momen wisuda seharusnya jadi fokus utama, penulis justru sangat antusias melihat deretan buku yang dipajang di trotoar kampus. Bagi penulis, slogan _“Tiada Hari Tanpa Membaca”_ sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Di tengah suasana meriah wisuda, penulis sampai minta izin ke suami dan anak-anak untuk memisahkan diri sebentar demi melihat buku.
2. Tema artikel
Tema utamanya adalah *kecintaan terhadap buku dan budaya membaca*. Judul "Pena Lebih Perkasa daripada Senjata" juga menegaskan tema bahwa ilmu dan literasi punya kekuatan besar, bahkan mengalahkan hal-hal yang bersifat fisik.
3. Hal yang menarik
- *Kontras momen*: Wisuda anak pertama adalah momen besar, tapi penulis malah lebih "berdebar antusias" karena melihat buku. Ini menunjukkan betapa dalamnya cinta penulis pada literasi.
- *Slogan yang hidup*: _“Tiada Hari Tanpa Membaca”_ bukan sekadar tempelan, tapi benar-benar dipraktikkan penulis sampai rela "kabur" dari momen keluarga.
- *Judul kuat*: Pakai peribahasa "Pena lebih perkasa daripada senjata" langsung ngasih kesan bahwa cerita ini tentang kekuatan ilmu.
4. Pesan yang didapat
- *Membaca adalah kebutuhan*, bukan sekadar hobi. Kalau sudah jadi kebiasaan, kita akan selalu mencari buku di mana pun.
- *Ilmu punya kekuatan besar*. Pena/simbol tulisan bisa mengubah pemikiran, lebih tajam dari senjata.
- *Jangan lupakan hal yang kita cintai*, bahkan di momen penting sekalipun. Passion terhadap buku bisa muncul kapan saja.
Butuh diringkas jadi poin-poin buat tugas sekolah atau mau dibikin versi lebih formal?
Nama: Hannah Aufa zahiah
BalasHapusKelas: VIII-H
No: 15
Isi artikel:
Artikel ini menceritakan tentang seorang penulis yang membeli buku saat menghadiri wisuda anaknya. Setelah membaca buku tentang Kartini, penulis merasa semakin sadar bahwa membaca dan menulis sangat penting karena dapat membawa perubahan besar bagi bangsa dan kehidupan.
Tema artikel:
Pentingnya literasi, membaca, dan menulis dalam kehidupan.
Hal yang paling menarik dari artikel:
Bagian paling menarik adalah kalimat “pena lebih perkasa daripada senjata” karena menunjukkan bahwa tulisan dan ilmu dapat memberi pengaruh besar tanpa kekerasan.
Pesan yang didapatkan:
Kita harus rajin membaca dan menulis karena ilmu pengetahuan bisa membuka wawasan, menyebarkan kebaikan, dan membantu memajukan bangsa.
KELAS:8G
BalasHapusARTIKEL:penulis menghadiri wisuda anak pertama di Universitas Brawijaya. Suasana kampus tampak meriah dan penuh kebahagiaan. Tawa keluarga, kilatan kamera, dan ucapan selamat bersahutan di berbagai sudut kampus. Namun, di tengah suasana
TEMA ARTIKEL:Pena lebih perkasa daripada senjata.
Kalimat sederhana itu menghadirkan kesadaran mendalam. Surat-surat Kartini yang ditulis dalam bahasa Belanda ternyata menjadi bukti nyata bahwa perjuangan melalui tulisan mampu memberi pengaruh besar bagi perkembangan peradaban bangsa
HAL YANG MENARIK:penulis melaju cepat menuju lapak buku sederhana itu. Hati penulis langsung dipenuhi kegembiraan. Berbagai judul menarik seakan memanggil untuk disentuh dan dibaca.
Satu demi satu buku diperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu. Hingga akhirnya, mata penulis tertuju pada tiga judul yang begitu menggoda hati: Ajaran Bahagia dari Jawa, Buku Saku Guru Bahasa Indonesia, dan Mendekolonialisasi Mitos Kartini.
Rasa tak sabar segera memenuhi dada. Ketiga buku itu pun langsung dibeli tanpa ragu. Namun, petualangan literasi penulis tidak berhenti di situ. Di sela suasana wisuda, penulis segera membuka buku Mendekolonialisasi Mitos Kartini. Sosok Kartini memang telah lama menjadi idola penulis.Menariknya lagi, hanya dalam waktu sekitar tiga puluh menit, buku itu berhasil dituntaskan.
PESAN:pesan yang saya dapatkan dari artikel Ini "Pena Lebih Perkasa daripada Senjata" adalah bahwa tulisan dan ide memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada kekerasan.
Artikel ini menyadarkan saya bahwa sebagai pelajar, kita tidak perlu menggunakan otot atau senjata untuk mengubah sesuatu. Cukup dengan menulis hal-hal yang baik, jujur, dan bermanfaat, kita sudah bisa memberi pengaruh besar ke orang lain.
Saya jadi termotivasi untuk lebih rajin menulis, entah itu diary, cerita pendek, atau pendapat di media sosial. Karena siapa tahu, tulisan sederhana kita bisa menginspirasi teman, meluruskan hal yang salah, atau bahkan mengubah dunia di masa depan.
Intinya, jangan remehkan kekuatan pena. Karena satu kalimat yang tepat bisa lebih tajam dari seribu pedang.
Nama:Aryasuta zul hilmi
BalasHapusKelas:8G
No:04
1. Isi artikel:
Artikel ini menceritakan pengalaman penulis saat menghadiri wisuda anak pertamanya di Universitas Brawijaya. Di tengah suasana bahagia acara wisuda, penulis tertarik melihat lapak buku dan membeli tiga judul buku menarik. Salah satunya dibaca tuntas dalam waktu singkat, dan penulis mendapatkan inspirasi mendalam dari sosok R.A. Kartini serta semboyan "Pena lebih perkasa daripada senjata".
2. Tema artikel:
Tema utamanya adalah pentingnya literasi (membaca dan menulis) sebagai bagian dari kehidupan, serta kekuatan tulisan untuk menyebarkan pemikiran dan kebaikan.
3. Hal yang paling menarik dari artikel:
Yang paling menarik adalah bagaimana penulis bisa menikmati dan menuntaskan membaca buku hanya dalam waktu sekitar 30 menit di tengah keramaian dan kesibukan acara wisuda, serta menemukan makna mendalam dari kalimat sederhana.
4. Pesan dari artikel:
Pesan yang tersampaikan adalah membaca dan menulis bukan sekadar hobi, melainkan sarana membuka wawasan, menambah ilmu, dan menyebarkan gagasan positif yang memiliki kekuatan besar, sebagaimana yang dibuktikan oleh sosok Kartini.
Nama: Athaya Kendra Anindya Nararya
BalasHapusKelas: VIII-H/8H
No. Absen: 06
Pesan baik yang dapat saya ambil dari artikel diatas adalah:
1. Membaca dan menulis memiliki kekuatan besar dalam membentuk wawasan, pemikiran, dan peradaban. Di tengah kesibukan dan momen penting seperti wisuda, penulis tetap meluangkan waktu untuk mencari ilmu melalui buku. Hal ini menunjukkan bahwa semangat literasi harus terus dijaga kapan pun dan di mana pun.
2. Artikel ini mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan kekuatan fisik, tetapi bisa melalui tulisan, seperti yang dilakukan Raden Ajeng Kartini. Membaca membuka pengetahuan, sedangkan menulis menjadi sarana menyebarkan gagasan dan kebaikan kepada orang lain. Karena itu, kebiasaan literasi dapat membawa manfaat besar bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Sekian dari saya, terima kasih.
Nama : Azhima Nur Fitriyah
BalasHapusKelas : 8-H/VIII-H
No. Absen : 09
Pesan yang saya dapatkan dari artikel diatas adalah :
1. Membaca dapat menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan sehingga kita mampu memahami perkembangan dunia serta belajar dari pengalaman orang lain.
2. Menulis memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pemikiran, menyebarkan kebaikan, dan memberi pengaruh positif kepada masyarakat, seperti perjuangan Kartini melalui tulisan-tulisannya.
3. Semangat literasi harus terus dijaga karena kebiasaan membaca dan menulis dapat membantu seseorang berkembang, berpikir lebih luas, dan menjadi pribadi yang lebih berpendidikan.
sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih.
Nama: Warda Okta Nafiza
BalasHapuskelas: 8H
No. Apsen: 29
hal yang paling menarik dari artikel di atas adalah:
1. Penulis sangat suka membaca buku, sampai saat menghadiri wisuda anaknya tetap tertarik mencari buku.
2. Di tengah suasana wisuda yang ramai dan bahagia, penulis menemukan lapak buku di trotoar kampus Universitas Brawijaya.
3. Penulis membeli tiga buku menarik, yaitu Ajaran Bahagia dari Jawa, Buku Saku Guru Bahasa Indonesia, dan Mendekolonialisasi Mitos Kartini.
4. Buku tentang Kartini memberi inspirasi besar karena menunjukkan bahwa tulisan dapat membawa perubahan besar bagi bangsa.
5. Dari pengalaman itu, penulis semakin yakin bahwa membaca dan menulis sangat penting untuk menambah ilmu dan menyebarkan kebaikan kepada orang lain.
sekian dari saya, terimakasih.
Nama: Rana Adelia Salwa
BalasHapusKelas: VIII G
🌸> Isi artikel
Menceritakan tentang kisah penulis yang sangat gemar membaca dan menulis. Hingga saat ia menghadiri acara kelulusan anak pertamanya alih-alih fokus dengan acara tersebut ia malah membeli 3 buku dan membacanya hingga selesai buku tersebut
🌸> Tema artikel
Kegemaran literasi
🌸> Hak menarik yang saya dapatkan dari artikel ini
Penulis tidak fokus pada acara anak nya karena ia telah menemukan hal yang paling ia sukai yaitu buku
🌸> Pesan yang saya dapatkan dari artikel
Membaca untuk mengisi kepala, menulis untuk mengosongi kepala yang sudah penuh ide.🌸Keduanya membuat kita makin paham dunia dan diri sendiri.
ach faisal k
BalasHapuskls 8e
Isi artikel
Penulis menceritakan pengalaman saat menghadiri wisuda anak pertama di Universitas Brawijaya dan menemukan kebahagiaan lewat membeli serta membaca buku. Tema artikel
Semangat literasi dan kecintaan terhadap membaca. Hal yang menarik
Penulis langsung membaca dan menuntaskan buku Mendekolonialisasi Mitos Kartini hanya dalam waktu sekitar 30 menit di tengah acara wisuda. Pesan yang didapat
Membaca dan menulis sangat penting karena dapat menambah pengetahuan dan menyebarkan kebaikan kepada orang lain.
nama: Sofia Nur Anisa
BalasHapuskelas:8e
no.absen:25
1.Isi artikel
Artikel ini menceritakan tentang pengalaman penulis yang kembali menemukan semangat literasi setelah membaca buku tentang Kartini saat menghadiri wisuda. Penulis menyadari bahwa membaca dan menulis dapat membuka wawasan serta memberi pengaruh besar bagi kehidupan dan perkembangan bangsa.
2.Tema artikel
Tema artikel ini adalah pentingnya literasi, khususnya membaca dan menulis, sebagai cara untuk menambah ilmu, memperluas wawasan, dan menyebarkan kebaikan kepada orang lain.
3.Hal yang paling menarik/penting
Hal yang paling menarik dalam artikel adalah kutipan “Pena lebih perkasa daripada senjata” yang menunjukkan bahwa tulisan dan pemikiran dapat memberikan perubahan besar tanpa menggunakan kekerasan.
4.Pesan yang dapat diambil adalah kita harus rajin membaca dan menulis karena literasi dapat menambah pengetahuan, menumbuhkan semangat belajar, dan memberi manfaat positif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Nama: Ayu Fadhilah
BalasHapusKelas: 8E
No. Absen: 4
1. Isi artikel
Artikel ini tentang penulis yang dapat semangat baca lagi setelah beli dan baca buku Kartini saat wisuda anaknya. Penulis sadar tulisan bisa memberi dampak besar untuk diri sendiri dan bangsa.
2. Tema artikel
Pentingnya membaca dan menulis untuk menambah ilmu, membuka pikiran, dan menyebarkan hal baik.
3. Hal yang paling menarik/penting
Kalimat “Pena lebih perkasa daripada senjata” karena menunjukkan tulisan bisa mengubah dunia tanpa kekerasan.
4. Pesan yang dapat diambil
Kita harus rajin membaca dan menulis supaya pintar, semangat belajar, dan bermanfaat buat orang lain.
Nama: Zilda Nayla Rohmah . M
BalasHapusKelas: 8E
No. Absen: 28
1. Isi artikel
Artikel ini cerita tentang penulis yang lagi ikut wisuda anaknya di UB, tapi malah tertarik ke lapak buku. Penulis beli dan baca buku tentang Kartini, lalu sadar kalau tulisan bisa punya pengaruh besar buat bangsa.
2. Tema artikel
Pentingnya literasi, karena membaca dan menulis bisa menambah ilmu dan menyebarkan kebaikan.
3. Hal yang paling menarik/penting
Kalimat “Pena lebih perkasa daripada senjata” yang nunjukin kalau pemikiran lewat tulisan bisa mengubah dunia tanpa kekerasan.
4. Pesan yang dapat diambil
Kita harus rajin baca dan nulis biar wawasan luas, semangat belajar, dan bermanfaat buat orang lain.
Nama: Veyla Bilbina Farrabany
BalasHapusNo.Absen: 28
Kelas: 8H
1. Isi artikel
Artikel ini berisi tentang kegemaran penulis dalam membaca buku di tengah kesibukannya saat menghadiri wisuda anaknya. Penulis sangat antusias ketika melihat lapak buku dan langsung membeli beberapa buku yang menarik perhatian.
2. Tema artikel
Artikel ini bertemakan “Pentingnya Literasi dan Kecintaan terhadap Buku”.
3. Hal yang paling menarik dari artikel
Menurut saya, hal yang paling menarik adalah ketika penulis lebih memilih menghampiri lapak buku di sela acara wisuda karena menunjukkan rasa cinta yang besar terhadap literasi dan membaca.
4. Pesan yang didapat dari artikel
Pesan yang saya dapat dari artikel ini adalah kita harus membiasakan diri membaca buku karena membaca dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan membuat kita terus belajar sepanjang hayat.
Sekian dari saya, Terimakasih.
Nama: ziyad abid pranaja
BalasHapusNo:28
Kelas:VIII-G
1.isi artikel
Isi artikel ini adalah tentang seorang penulis yang selalu menyempatkan waktunya untuk membaca buku
2.Tema artikel
Tema artikel ini adalah pentingnya untuk ingat membaca
3.Hal yang menarik adalah beliau berhasil menuntaskan buku yang berjudul mendekolonialisasi mitos kartini dalam eaktu 30mnt
4.Pesan yang didapat: menyadarkan kita pentingnya dalam membaca buku dan selalu ingat untuk mencari ilmu karena ilmu tidak datang dengan sendirinya
Kelas:8H
BalasHapusNo:17
1.Isi artikel:
Artikel ini menceritakan pengalaman penulis saat menghadiri wisuda anak pertama di Universitas Brawijaya. Di tengah suasana wisuda, penulis justru sangat tertarik pada lapak buku yang ada di trotoar kampus. Penulis membeli beberapa buku dan langsung membaca salah satunya karena kecintaannya pada dunia literasi.
2.Tema artikel:
Tema artikel ini adalah kecintaan terhadap membaca dan literasi di tengah momen kebahagiaan keluarga.
3.Hal yang paling menarik dari artikel:
Hal yang paling menarik adalah semangat penulis terhadap buku. Walaupun sedang menghadiri acara penting seperti wisuda anak, penulis tetap antusias mencari dan membeli buku karena membaca sudah menjadi bagian dari hidupnya.
4.Pesan yang didapat dari artikel:
Pesan yang dapat diambil adalah kita harus membiasakan diri mencintai membaca karena buku dapat menambah wawasan dan memberikan kebahagiaan tersendiri. Membaca juga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Nama: Zilda Aulia Agustin
BalasHapusKelas: 8E
No. Absen: 27
1. Isi artikel
Artikel ini berisi tentang penulis waktu menghadiri wisuda anak pertamanya di Universitas Brawijaya. Di tengah acara, perhatiannya malah tertujuh pada buku-buku yang dijual di trotoar. Penulis langsung membeli buku "Mendekolonialisasi Mitos Kartini" dan selesai membaca dalam waktu kurang lebih 30 menit. Dari situ penulis paham kalau perjuangan Kartini lewat surat bisa ngasih dampak besar tanpa harus angkat senjata.
2. Tema artikel
Kekuatan membaca dan menulis. Lewat literasi, kita bisa mendapatkan pengetahuan dan ikut menyebarkan hal-hal baik ke orang lain.
3. Hal yang paling menarik/penting
Ungkapan “Pena lebih perkasa daripadmenambaa senjata”. Kalimat ini negasin kalau ide dan tulisan bisa lebih kuat pengaruhnya dibanding kekerasan.
4. Pesan yang dapat diambil
Jangan pernah malas dalam membaca dan menulis. Karena dua hal itu bisa membuat pikiran kita terbuka, menambah semangat, dan bisa jadi manfaat buat orang di sekitar.
Nama : Cinta Aulia Permata
BalasHapusNo.Ab : 11
Kelas : 8H
1. Isi Artikel
Artikel ini menceritakan pengalaman penulis yang tetap mengutamakan literasi di tengah acara wisuda anaknya dengan membeli dan menuntaskan membaca buku tentang Kartini.
2. Tema Artikel
Tema artikel ini adalah semangat literasi dan kekuatan sebuah tulisan dalam mengubah pola pikir serta peradaban manusia.
3. Hal yang paling menarik
Hal yang paling menarik adalah semangat penulis yang berhasil menuntaskan satu buku hanya dalam waktu 30 menit di sela-sela kesibukan acara wisuda.
4. Pesan yang didapatkan
Pesan dari artikel ini adalah membaca dan menulis itu penting banget, karena ide yang dituangkan lewat tulisan (pena) bisa jauh lebih kuat pengaruhnya daripada senjata.
Kelas:VIII-G
BalasHapusNO. :21
ISI ARTIKEL : Kisah seorang penulid yang menghadiri wisuda anak pertamanya di kampus Brawijaya, penulis tertarik dengan buku buku yang terpajang di trotoar kampus
TEMA ARTIKEL : Pena lebih perkasa daripada senjata
HAL YANG PALING MENARIK DARI ARTIKEL : Beliau menyempatkan membaca buku yang ada di trotoar kampus iya juga menuntaskan buku tersebut dengan waktu 30 menit
PESAN YANG DI DAPATKAN PADA ARTIKEL : MEMBACA MEMBERIKAN BANYAK PENGETAHUAN
a.zulfikar 8e
BalasHapus1. isi artikel:tentang orng yg suka membaca dan menulis
2. hal yg menarik:menyempatkan membaca di waktu yg hanya 30 menit
3. pesan yg di dapat:dari membaca kita dpt memperoleh ilmu dan pelajaran yg berharga