ESAI PEMBELAJARAN
APRESIASI MENGINSPIRASI BUDAYA LITERASI: Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Menulis Cerpen
"Bu, saya tidak bisa menulis."
"Bu, saya malu membaca tulisan cerpen saya."
Ungkapan-ungkapan tersebut sering kali penulis dengar dari peserta didik ketika pembelajaran menulis cerpen berlangsung. Kalimat sederhana itu bukan sekadar bentuk keraguan, melainkan gambaran nyata tentang rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa dalam mengungkapkan gagasan melalui tulisan. Ada yang merasa tidak memiliki bakat menulis, ada yang takut tulisannya dianggap kurang baik, dan ada pula yang khawatir ditertawakan teman-temannya ketika membacakan hasil karyanya di depan kelas.
Sebagai guru Bahasa Indonesia, penulis memandang kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang. Tantangan karena kemampuan menulis tidak akan berkembang apabila siswa terus dibayangi rasa takut dan kurang percaya diri. Namun, kondisi itu juga menjadi peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang mampu membangkitkan keberanian, kreativitas, dan semangat berkarya peserta didik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, budaya literasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami, mengolah, serta mengomunikasikan informasi secara bijak. Namun, membangun budaya literasi di kalangan peserta didik bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak siswa masih menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan dan menulis sebagai tugas yang berat.
Penulis meyakini bahwa budaya literasi tidak dapat tumbuh hanya melalui instruksi atau kewajiban. Literasi harus dibangun melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merasakan bahwa karya mereka dihargai. Dalam proses inilah apresiasi memiliki peran yang sangat penting.
Pengalaman mendampingi peserta didik dalam pembelajaran menulis cerpen menunjukkan bahwa hambatan terbesar sering kali bukan terletak pada kemampuan mereka, melainkan pada keyakinan diri yang belum tumbuh. Padahal, setiap anak memiliki pengalaman, imajinasi, dan cerita yang layak untuk dituliskan. Mereka hanya membutuhkan ruang yang aman, dukungan yang tulus, serta apresiasi yang mampu menumbuhkan keberanian untuk memulai.
Pembelajaran menulis cerpen menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menumbuhkan budaya literasi. Menulis cerpen bukan sekadar kegiatan menyusun kata-kata, melainkan proses mengolah pengalaman, perasaan, dan pemikiran menjadi sebuah karya yang bernilai. Namun, kemampuan menulis tidak lahir begitu saja. Menulis membutuhkan bekal berupa pengalaman membaca yang cukup.
Karena itulah, pembelajaran menulis cerpen penulis awali dengan membangun kebiasaan membaca. Peserta didik diajak membaca berbagai cerpen yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar mengenali tema, tokoh, latar, alur, konflik, dan amanat cerita. Tanpa disadari, mereka sedang memperkaya kosakata, memperluas wawasan, serta belajar memahami berbagai persoalan kehidupan melalui karya sastra.
Setelah membaca, peserta didik diajak berdiskusi dan menyampaikan pendapat mengenai cerita yang dibaca. Mereka belajar mengungkapkan gagasan, memberikan tanggapan, serta menghargai perbedaan pandangan. Pada tahap ini, literasi tidak lagi sebatas membaca dan menulis, tetapi berkembang menjadi kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi.
Tahap berikutnya adalah menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Penulis memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih cerita yang ingin mereka tulis. Ada yang menulis tentang persahabatan, keluarga, perjuangan belajar, pengalaman lucu, hingga peristiwa yang mengharukan. Kebebasan ini membuat mereka merasa bahwa tulisan yang dibuat benar-benar menjadi bagian dari diri mereka sendiri.
Menariknya, perubahan mulai terlihat ketika karya-karya tersebut mendapat perhatian dan penghargaan. Peserta didik yang semula ragu mulai menunjukkan kepercayaan diri. Mereka merasa bangga saat ceritanya dibacakan di depan kelas. Mereka semakin bersemangat ketika teman-temannya memberikan tanggapan positif terhadap hasil karya yang ditulis.
Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa apresiasi merupakan salah satu kunci penting dalam membangun budaya literasi. Apresiasi tidak selalu harus berupa hadiah yang bernilai besar. Ucapan selamat, pujian yang tulus, kesempatan mempresentasikan karya, atau sekadar menampilkan tulisan di majalah dinding sekolah dapat menjadi sumber motivasi yang luar biasa bagi peserta didik.
Dalam praktiknya, penulis memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada siswa. Karya terbaik diberi penghargaan sederhana berupa buku bacaan. Cerpen yang menarik didokumentasikan di perpustakaan madrasah agar dapat dibaca oleh siswa lain. Beberapa karya dikirim ke media sekolah maupun media massa. Bahkan pada kesempatan tertentu, peserta didik didorong untuk mengikuti lomba menulis cerpen.
Hasilnya sangat menggembirakan. Peserta didik yang sebelumnya kurang percaya diri mulai berani menunjukkan potensinya. Mereka tidak lagi menulis karena tuntutan tugas, melainkan karena ingin berkarya. Beberapa di antaranya berhasil meraih prestasi dalam ajang lomba menulis. Keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain untuk ikut mencoba dan mengembangkan kemampuan menulis mereka.
Apresiasi juga memberikan pesan penting kepada peserta didik bahwa setiap karya memiliki nilai. Ketika hasil kerja mereka dihargai, tumbuh keyakinan bahwa usaha yang dilakukan tidak sia-sia. Dari sinilah motivasi intrinsik berkembang. Mereka terdorong untuk membaca lebih banyak, belajar lebih tekun, dan menghasilkan karya yang lebih baik.
Budaya literasi pada akhirnya bukan hanya tentang banyaknya buku yang dibaca atau banyaknya tulisan yang dihasilkan. Budaya literasi adalah kebiasaan belajar yang tumbuh dari kesadaran diri. Apresiasi menjadi jembatan yang menghubungkan usaha dengan penghargaan, proses dengan kebanggaan, serta pembelajaran dengan pencapaian.
Sebagai pendidik, penulis menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki potensi untuk berkembang. Tugas guru bukan hanya mengajarkan keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa mereka mampu berkarya. Salah satu cara yang paling sederhana sekaligus efektif untuk melakukannya adalah melalui apresiasi.
Ketika apresiasi hadir dalam setiap proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya belajar menulis cerpen. Mereka belajar menghargai karya, menghargai proses, dan menghargai dirinya sendiri. Dari sanalah budaya literasi tumbuh, berkembang, dan menginspirasi lahirnya generasi yang kreatif, percaya diri, serta gemar berkarya.
Dengan demikian, apresiasi bukan sekadar bentuk penghargaan atas keberhasilan peserta didik. Apresiasi adalah energi yang menggerakkan, menginspirasi, dan menumbuhkan budaya literasi yang berkelanjutan. Ketika peserta didik merasa dihargai, mereka akan terus belajar, membaca, menulis, dan berkarya. Pada akhirnya, apresiasi bukan hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membangun peradaban literasi yang lebih kuat bagi masa depan.


Saya menilai esai ini sangat baik karena membahas inovasi dengan jelas dan mudah dipahami. Penulis juga memberikan alasan serta contoh yang logis sehingga pembaca dapat memahami manfaat inovasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusNAMA: Nabila Assiffa
BalasHapusKELAS: 8H
ABSEN: 24
Artikel di atas membahas tentang peran penting apresiasi dalam menumbuhkan budaya literasi dan motivasi berkarya pada peserta didik.
Secara lebih rinci, berikut adalah poin-poin utama yang menjadi isi dari artikel tersebut:
1. Dampak Positif Apresiasi: Pemberian apresiasi dan dorongan untuk mengikuti lomba (seperti menulis cerpen) terbukti meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Mereka yang awalnya ragu menjadi berani menunjukkan potensinya.
2. Perubahan Motivasi Belajar: Apresiasi mengubah cara pandang peserta didik terhadap menulis. Mereka tidak lagi menulis hanya karena tuntutan tugas sekolah, melainkan tumbuh motivasi intrinsik (kesadaran dari dalam diri) untuk menghasilkan sebuah karya.
Nama: Athaya Kendra Anindya Nararya
BalasHapusKelas: VIII-H/8H
No. absen: 06
Assalamu'alaikum Wr. Wb. saya ingin menyampaikan komentar saya berupa:
Hal menarik yang saya temukan dari artikel diatas adalah sebagai berikut:
1. Proses perkembangan murid dari yang pemalu dan ragu akan kemampuannya sehingga menjadi bangga dengan diri sendiri atas pencapaiannya adalah sesuatu yang berharga.
2. Apresiasi adalah sesuatu yang penting dalam membantu proses perkembangan murid, sehingga ada dorongan yang membuat murid tersebut agar menjadi lebih bangga dengan dirinya dan yakin.
3. Keberlangsungan proses tersebut disaksikan sendiri oleh pendamping, mungkin prosesnya lama dan tidak terlalu terasa, tapi itulah bagian dari keberhasilan suatu usaha.
Sekian dari saya, Terima kasih dan mohon maaf atas segala salah kata/ketikan, Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Nama: Aldo FAISAL Arif
BalasHapusNo:03
Kelas:VIII-H
Artikel ini membahas tentang proses siswa yang awalnya tidak pede menjadi lebih berani dengan kemampuannya sendiri untuk membuat karya
Hal yang menarik menurut saya dari artikel di atas adalah proses dari siswa yang awalnya malu dan tidak yakin akan kemampuannya untuk berkarya dan akhirnya berhasil untuk membuat karya yang luar biasa dan dapat di banggakan
Sekian dari saya maaf apabila ada salah kata
W assalamu'alaikum Wr.Wb
Nama : Anidna Nur Rahma Hidayatul Ilmi
BalasHapusNo : 05
kelas : 8H/ VIII-H
Menurut saya, artikel ini sangat menarik dan bermanfaat. Inovasi yang dibahas dapat membantu meningkatkan budaya literasi, terutama bagi pelajar. Dengan adanya kegiatan atau program seperti ini, masyarakat menjadi lebih semangat untuk membaca dan menambah pengetahuan. Saya setuju dengan inovasi tersebut karena dapat memberikan dampak positif dan membantu menciptakan generasi yang lebih cerdas serta gemar belajar. terimakasih.
Nama : Rif'atus Sholiqa
BalasHapusKelas : 8H
Absen : 27
Isi artikel ini sangat menarik karena menjelaskan tentang apresiasi dalam menumbuhkan semangat literasi pada peserta didik . Penulis menunjukkan bahwa pujian dan menampilkan karya dapat meningkatkan rasa percaya diri dan semangat siswa untuk berkarya. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami sehingga para pembaca dapat memahami dengan baik. Artikel ini juga memberikan pesen bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan jika didukung dengan baik.
Nama: Laras Dewi Andini
BalasHapusKelas: VIII-H
Nomor: 18
Hal menarik yang saya temukan dalam isi artikel diatas yaitu:
Isi Artikel: Apresiasi terhadap karya siswa dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan budaya literasi dalam pembelajaran menulis cerpen.
Jenis Inovasi: Pembelajaran literasi berbasis apresiasi karya siswa.
Penilaian: Baik dan layak diterapkan karena mampu meningkatkan semangat siswa untuk membaca, menulis, dan berkarya.
Sekian, terimakasih.
Nama: Muhammad Ega Satya Alvaro
BalasHapusNo.Absen:21
Kelas:8H
Menurut saya tentang bagaimana isi dari blog ini adalah,bahwa apresiasi kecil dari guru,teman,dan diri sendiri dapat membangkitkan semangat atau kepercayaan diri yang sebelumnya belum dimiliki.
Hal menarik menurut saya adalah,dengan kita berani untuk menulis dan ber literasi,kita dapat memperoleh kosa kata baru tanpa disadari nya
Sekian dari saya, Terimakasih
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nama: Nabilla Vanessa Arifta Putri
BalasHapusKelas: VIII-H
Absen: 25
Isi dari artikel di atas yaitu:
1. Pendampingan seorang guru sangatlah penting dalam proses pembentukan kepercayaan diri seseorang.
2. Apresiasi dari orang terdekat merupakan salah satu kunci penting untuk membangun budaya literasi.
3. Setiap orang pasti memiliki potensi untuk berkembang.
4. Apresiasi dapat memberikan energi positif kepada orang lain yang sedang berputus asa.
Sekian, terimakasih.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus1. Esai ini sangat baik karena menjelaskan pentingnya apresiasi dalam menumbuhkan budaya literasi dan kepercayaan diri peserta didik.
BalasHapus2. Inovasi yang dibahas berupa pemberian apresiasi kepada siswa melalui pujian, penghargaan, publikasi karya, dan kesempatan mengikuti lomba menulis.
3. Gagasan yang disampaikan logis karena siswa yang merasa dihargai cenderung lebih termotivasi untuk membaca, menulis, dan mengembangkan potensinya.
4. Isi esai disusun secara runtut, mulai dari kebiasaan membaca, proses menulis cerpen, hingga hasil yang diperoleh setelah adanya apresiasi.
5. Esai ini relevan dengan dunia pendidikan saat ini karena menekankan pentingnya dukungan guru dalam membangun karakter kreatif, percaya diri, dan gemar berkarya pada peserta didik.
Nama: Warda okta nafiza
BalasHapusKelas:VIII-H/8H
No. absen: 29
Artikel ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa dapat berkembang jika didukung dengan pembelajaran yang tepat dan apresiasi yang positif.
1. Mengangkat masalah nyata yang sering dialami siswa, yaitu kurang percaya diri dalam menulis.
2. Menjelaskan pentingnya budaya literasi melalui kegiatan membaca dan menulis yang saling berkaitan.
3. Inovasi pembelajaran yang digunakan sederhana tetapi efektif, yaitu membaca, berdiskusi, lalu menulis berdasarkan pengalaman pribadi.
4. Memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan pengalaman mereka secara bebas.
5. Menunjukkan hasil yang nyata, yaitu meningkatnya kepercayaan diri dan semangat siswa dalam berkarya.
Nama : M. Abdul Nashir
BalasHapusKelas : 8H
Absen : 20
satu Inovasi terbaik dari blog di atas bagi saya pribadi adalah: Mengubah tugas sekolah jadi pameran karya digital.
Intinya, tugas menulis yang boring (seperti cerpen atau puisi) tidak cuma dinilai guru lalu ditumpuk, tapi dipajang di blog atau media sosial sekolah.
menurut saya ini keren apalagi masih di kalangan jenjang smp/mts, menurut saya pribadi ada beberapa manfaat
1. Bikin Bangga karena Karya kita bisa dibaca, di-like, dan dikomen banyak orang.
2. Belajar literasi rasanya jadi asyik, mirip main media sosial tapi versi positif.
3.Tulisan kalian tersimpan rapi di internet, bisa jadi bukti prestasi (portofolio) saat mau masuk SMA favorit nanti.
Nama : Azhima Nur Fitriyah
BalasHapusKelas : 8-H/VIII-H
No. Absen : 09
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Isi artikel yang dapat saya ambil dari blog diatas adalah :
1. Pemberian apresiasi menjadi strategi utama untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Apresiasi diberikan dalam berbagai bentuk, seperti pujian, kesempatan membacakan karya di depan kelas, pajangan karya di perpustakaan, hingga kesempatan mengikuti lomba menulis. Penghargaan tersebut membuat siswa merasa bahwa usaha dan karya mereka dihargai.
2. Pembelajaran menulis cerpen dilakukan melalui penguatan budaya literasi membaca dan berdiskusi. Sebelum menulis, siswa diajak membaca berbagai cerpen yang dekat dengan kehidupan mereka. Setelah itu, mereka berdiskusi untuk menyampaikan pendapat, serta menghargai pandangan orang lain.
Sekian yang dapat saya sampaikan, jika ada salah kata saya mohon maaf.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Nama: Luthfi Sakhi Afifullah
BalasHapusNo.absen: 19
Kelas: 8-H
Pendapat saya dari blog di atas adalah:
Isi artikel ini sangat baik karena membahas pentingnya apresiasi dalam menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan motivasi siswa untuk menulis cerpen. Artikel menjelaskan bahwa banyak siswa sebenarnya memiliki potensi untuk menulis, tetapi kurang percaya diri untuk mengungkapkan ide mereka. Melalui berbagai bentuk apresiasi, seperti pujian, penghargaan, dan kesempatan menampilkan karya, siswa menjadi lebih berani dan termotivasi untuk membaca serta menulis. Isi artikel juga relevan dengan kondisi pendidikan saat ini dan memberikan solusi yang positif untuk meningkatkan minat literasi di sekolah.
Nama: Adinda Nur Cahyani
BalasHapusKelas: VIII-H
No.Absen: 02
Isi Artikel:
Menegaskan bahwa budaya literasi sejati tumbuh dari kesadaran diri, bukan sekadar jumlah buku yang dibaca atau tulisan yang dihasilkan. Melalui Inovasi Pendekatan Pedagogis Berbasis Apresiasi.
Jenis inovasi yang dibahas dalam esai:
Esai ini mengubah paradigma mengajar konvensional dengan menempatkan penghargaan proses sebagai penggerak utama motivasi siswa.
Beri penilaian dengan alasan logis:
Esai ini menawarkan solusi psikologis yang konkret bagi pendidik. Apresiasi terbukti efektif membangun rasa percaya diri siswa dan mengikis rasa takut salah dalam berkarya. Pendekatan ini tidak hanya melahirkan prestasi akademis sesaat, tetapi secara logis mampu membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan demi masa depan.
Nama: Hannah Aufa yang
BalasHapusKelas:VIII-H
No. Absen: 15
isi artikel:
Artikel ini membahas pentingnya apresiasi dalam pembelajaran literasi, khususnya dalam menulis cerpen. Apresiasi yang diberikan oleh guru maupun teman dapat meningkatkan motivasi, rasa percaya diri, dan kreativitas siswa. Dengan adanya apresiasi, siswa merasa karya mereka dihargai sehingga lebih semangat untuk menulis, membaca, dan terus mengembangkan kemampuan literasinya. Selain itu, apresiasi juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan bakat siswa.
1.Apresiasi lebih penting daripada kritik dalam tahap awal belajar menulis
BalasHapusKetika siswa merasa dihargai, mereka menjadi lebih percaya diri untuk mengekspresikan ide dan menghasilkan karya.
2.Budaya literasi tumbuh melalui pengalaman yang menyenangkan
Membaca cerpen, berdiskusi, dan menulis berdasarkan pengalaman pribadi membuat siswa lebih tertarik dan aktif dalam pembelajaran.
3.Setiap siswa memiliki potensi untuk menjadi penulis
Hambatan utama sering kali bukan kemampuan, melainkan rasa takut dan kurang percaya diri yang dapat diatasi dengan dukungan guru dan lingkungan yang positif.
Nama: Ghanis Aesy Ratnasari
BalasHapusKelas: VIII-H
Absen:14
Isi dari artikel di atas yaitu:
1. Apresiasi merupakan salah satu faktor penting dalam membangun budaya literasi di kalangan peserta didik.
2. Penghargaan terhadap karya siswa dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi untuk terus berkarya.
3. Apresiasi tidak harus berupa hadiah besar, tetapi dapat diberikan melalui pujian, dukungan, dan kesempatan untuk menampilkan karya.
4. Ketika hasil kerja siswa dihargai, mereka akan lebih bersemangat untuk membaca, menulis, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
5. Guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan keyakinan peserta didik bahwa mereka mampu menghasilkan karya yang bernilai.
Sekian, terima kasih.
Nur azzahra Fizi Rahmadani
BalasHapus8h
absen 26
Artikel ini sangat inspiratif karena mengangkat pentingnya budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mampu menyampaikan pesan dengan bahasa yang jelas, mudah dipahami, dan menarik untuk dibaca. Tema yang diangkat sangat relevan karena dapat memotivasi pembaca, khususnya generasi muda, untuk lebih gemar membaca dan menulis. Selain itu, artikel ini memberikan wawasan bahwa apresiasi terhadap karya dan kegiatan literasi dapat meningkatkan semangat belajar serta kreativitas. Secara keseluruhan, artikel ini bermanfaat, edukatif, dan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi bagi kemajuan diri dan masyarakat.
Nama : Harlina Firza F
BalasHapusKelas : VIII H
No : 16
menurut saya, artikel ini sangat menarik karena menjelaskan bahwa apresiasi memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya literasi. Dengan adanya penghargaan terhadap karya atau usaha seseorang dalam membaca dan menulis, mereka akan lebih termotivasi untuk terus belajar dan berkarya. Pesan yang saya dapatkan dari artikel ini adalah bahwa dukungan dan apresiasi, sekecil apa pun, dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan literasi di masyarakat.
Selain itu, artikel ini juga menunjukkan adanya inovasi yang baik dalam meningkatkan budaya literasi, seperti pemanfaatan teknologi digital untuk menulis dan membaca, penyelenggaraan lomba literasi, pemberian penghargaan kepada penulis muda, serta kegiatan berbagi karya melalui media sosial. Inovasi-inovasi tersebut membuat kegiatan literasi menjadi lebih menarik, kreatif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Oleh karena itu, saya merasa artikel ini sangat inspiratif dan memberikan banyak ide positif untuk mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Nama:Jihan makaila mala fahira
BalasHapusKelas:VIII-H
No:17
Artikel ini memiliki tema yang bagus dan tujuan yang baik, tetapi penyampaiannya terasa terlalu panjang dengan beberapa bagian yang berulang sehingga membuat pembaca mudah bosan. Selain itu, isi artikel masih lebih banyak berisi opini tanpa didukung data atau contoh konkret yang kuat, serta penggunaan bahasa yang terlalu formal membuat tulisan kurang komunikatif bagi pembaca umum.
Nama :Eka Aura Anggraenni
BalasHapusKelas :VIII-H
No :12
Artikel ini memberikan pesan yang sangat positif tentang pentingnya apresiasi dalam menumbuhkan budaya literasi. Penulis berhasil menunjukkan bahwa penghargaan, sekecil apa pun, dapat menjadi motivasi bagi seseorang untuk terus membaca, menulis, dan berkarya. Gagasan yang disampaikan relevan dengan upaya meningkatkan minat literasi di masyarakat. Semoga semakin banyak pihak yang mendukung dan mengapresiasi kegiatan literasi sehingga budaya membaca dan menulis dapat berkembang lebih luas.
Nama : Muhammad William Adam Farizky
BalasHapusKelas : 8-H
No. Absen : 22
Hal menarik yang saya temukan dalam isi artikel diatas yaitu:
Isi Artikel: Apresiasi terhadap karya siswa dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri siswa siswi yang awalnya pemalu sehingga menjadi bangga dengan dirinya sendiri karena bisa berubah lebih baik dari sebelumnya dengan budaya literasi
Penilaian: Sangat baik dan layak diterapkan karena mampu meningkatkan semangat siswa untuk membaca, menulis, dan berkarya.